Siang dalam balut peluh di tubuh aku rasakan di lingkup kota terminal jagat pantura.
Diriku menatap tak lupa
kilau paras dalam jumpa pada gadis yang berdiri dihadapan. Pandangan pertama peluhku menderas lepas tatkala mata mengajakku melihat kehidupan pada dirimu,
oh… gadis dan getar hatiku dalam pandangan.
Biarlah batu sungai aku singkir deras dan air sungai tetap mengalir ketenangan.
Sejengkal langkah adalah keberhasilan.
Menuai maksud hati menjabat perkenalan.
Tenanglah angin, jangan hembuskan dulu.
Hatiku dalam kuasa ragu.
Tenanglah angin, jangan kau goyah.
Satu jengkal, aku dalam langkah.
Aku sapa dengan senyum hangat tanpa sambutmu yang kecut. Hatiku tersentuh bahagia merebut ragu.
Diriku dalam pikat indah sambutmu.
Aku larut dalam harap perkenalan.
Di saat kau dalam rela, aku ketuk pintu persetujuan.
Salam kenal wahai gadis dalam sambutku.
Kau nampak berbinar dari parasmu yang samar-samar kotor. Senyummu sayu dan pandang pertama tak ada ragu.
Selasa, 09 Desember 2014
Pandangan Pertama
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar